Kunci jawaban lebih detail, hubungi +62 895-0183-4070
Konteks Kasus: Mega-Proyek Ekowisata Bahari Terintegrasi di Kawasan Segitiga Pertumbuhan
Kawasan Segitiga Pertumbuhan SIJORI (Singapura, Johor-Malaysia, dan Kepulauan Riau-Indonesia) telah lama menjadi salah satu koridor ekonomi dan pariwisata paling dinamis di Asia Tenggara. Singapura bertindak sebagai pusat transit dan pasar utama internasional (hub), Johor berkembang dengan pariwisata belanja dan taman hiburan buatan, sementara Kepulauan Riau (seperti Batam dan Bintan) menjadi penyedia pariwisata resor alam, budaya, dan bahari.
Baru-baru ini, ketiga wilayah sepakat untuk menginisiasi mega-proyek “Kawasan Ekowisata Bahari Terintegrasi Selat Malaka-Laut Cina Selatan”. Proyek ini bertujuan meningkatkan mobilitas wisatawan lintas negara secara masif menggunakan jaringan kapal pesiar (cruise) dan feri cepat. Namun, proyek ini memunculkan kekhawatiran dari berbagai LSM Lingkungan.
Peningkatan lalu lintas laut diprediksi akan merusak ekosistem terumbu karang lintas negara, meningkatkan jejak karbon, serta memicu kesenjangan ekonomi di mana keuntungan terbesar hanya dinikmati oleh korporasi multinasional yang berbasis di negara maju, sementara masyarakat pesisir lokal di wilayah kepulauan hanya menjadi pekerja kasar. Di sisi lain, pemerintah pusat masing-masing negara sangat mendorong proyek ini untuk mengejar target devisa nasional pasca-pandemi.
Pertanyaan Soal:
Sebagai analis geografi pariwisata, evaluasilah fenomena pada studi kasus di atas. Anda diminta untuk menganalisis persoalan tersebut dengan menggunakan kerangka Sistem Kepariwisataan (interaksi antara generating region, transit route, destination region, dan industri) serta prinsip Pariwisata Berkelanjutan (ekonomi, sosial, dan lingkungan).
Jabarkan analisis Anda secara komprehensif dengan membedah persoalan tersebut ke dalam 5 (lima) lingkup kajian geografi pariwisata berikut ini:
1. Lingkup kajian internasional (keterkaitan antar-negara dalam pengembangan pariwisata global).
2. Lingkup kajian antar-negara dalam suatu kawasan dengan ekosistem tertentu.
3. Lingkup kajian antar-bagian dari kota-kota antar negara (Kawasan SIJORI).
4. Lingkup kajian nasional (kebijakan pariwisata di suatu negara, misalnya Indonesia).
5. Lingkup kajian tematik regional (bagian dari suatu negara dengan karakteristik dasar/pengembangan tema tertentu).
Mahasiswa diperbolehkan mencari referensi dari berbagai sumber dan wajib mencantumkan sumber referensinya.
Kunci jawaban lebih detail, hubungi +62 895-0183-4070
Kunci jawaban lebih detail, hubungi +62 895-0183-4070