Kunci jawaban lebih detail, hubungi +62 895-0183-4070
Soal 1:
Gaya kepemimpinan yang hanya berfokus pada perintah tanpa keterlibatan langsung sangat bertolak belakang dengan prinsip Total Quality Leadership (TQL). Dalam manajemen kualitas, seorang pemimpin harus mampu menyusun sistem strategi yang terintegrasi dan memberikan orientasi nilai yang jelas kepada seluruh anggota organisasi. Tanpa visi yang kuat dan keterlibatan aktif, pimpinan gagal memberikan inspirasi dan arah bagi karyawan untuk mencapai standar kualitas yang diharapkan. Sebagai solusinya, pemimpin harus bertindak sebagai pelatih yang tidak hanya memerintah, tetapi membimbing, memotivasi, dan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk perbaikan proses. Dengan menerapkan kepemimpinan yang transformasional dan visioner, pemimpin dapat meningkatkan keefektifan organisasi melalui peningkatan moral karyawan dan pengurangan biaya akibat kesalahan, sehingga kualitas dapat terjaga secara berkelanjutan.
Soal 2:
Pemberdayaan karyawan sering kali dianggap sebagai tantangan besar dalam manajemen kualitas karena menuntut perubahan gaya manajemen dari “perintah dan pengendalian” menjadi “partisipatif”. Analisislah kaitan antara keterlibatan karyawan (employee involvement) dengan peningkatan performansi organisasi menurut perspektif materi Inisiasi 5. Jelaskan mengapa pemberdayaan personil merupakan langkah yang lebih mendalam daripada sekadar melibatkan mereka dalam tugas harian, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada budaya perbaikan berkelanjutan
CATATAN
Mahasiswa WAJIB mencantumkan sumber referensi jawaban untuk memperoleh nilai dengan skor maksimal.
Kunci jawaban lebih detail, hubungi +62 895-0183-4070
Kunci jawaban lebih detail, hubungi +62 895-0183-4070