
Halaman ini berisi referensi tugas, latihan soal, dan bahan pendamping belajar untuk membantu mahasiswa memahami konteks tugas dengan lebih terarah.
Konten ini cocok digunakan sebagai bahan membaca ulang topik, memahami instruksi tugas, mengenali kata kunci penting, dan menyiapkan jawaban mandiri dengan struktur yang lebih rapi.
Ringkasan Tugas dan Fokus Pembahasan
Materi pada halaman ini relevan untuk mahasiswa yang sedang mencari contoh soal, referensi tugas UT, dan poin-poin penting yang sering muncul pada tugas tutorial atau diskusi perkuliahan.
jawaban full bisa di nomor +62 895-0183-4070
ready all mata kuliah
No
Tugas Tutorial
1
Realitas gender yang terjadi di dalam masyarakat kerap kali dihubungankan dengan ideologi patriarki yang telah berkembang sejak lama dan menjelma menjadi budaya yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi di dalam masyarakat. persoalannya ialah ideologi ini diikuti dengan berbagai bentuk ketidaksetaraan gender dan permasalahan gender lainnya karena adanya dominasi oleh laki-laki.
Berdasarkan pemahaman tersebut coba jelaskan pandangan anda mengenai ideologi patriarki dalam konteks masyarakat Indonesia dan berikan contoh-contoh diskriminasi gender yang terjadi sebagai akibat dari budaya patriarki.
2
Perbedaan gender dan jenis kelamin antara laki-laki dan Perempuan dalam realitanya masih menempatkan perempuan dalam ketimpangan sosial yakni menjadi subordinat dan terpinggirkan dalam berbagi sektor, baik sektor sosial, ekonomi hingga politik. Terkait dengan sistem politik, pada dasarnya demokrasi Indonesia telah menjamin kesamaan akses dan peran serta penuh antara perempuan dan laki-laki atas persamaan derajat dalam semua kewilayahan dan tataran kehidupan publik, begitu juga dalam tataran perpolitikan di Indonesia.
Coba berikan pendapat atau pandangan anda terhadap peluang perempuan dalam politik dalam realitas perpolitikan di Indonesia saat ini! Dan berikan data untuk mendukung penjelasan Anda.
3
Bacalah dengan cermat dan Teliti.
Krisis Iklim yang Mengancam Keberlangsungan Hidup Manusia
Masifnya fenomena perubahan iklim membuat kondisi bumi rentan dari berbagai ancaman yang berisiko bagi jiwa manusia, mulai dari tingginya intensitas bencana alam hingga penularan wabah penyakit. Sayangnya, berbagai persoalan tersebut belum tuntas tertangani sehingga potensial menimbulkan kekhawatiran bagi generasi mendatang.
Dalam kurun 2022-2026, diperkirakan ada satu tahun di antaranya yang kondisi suhu rata-ratanya secara global akan melampaui batas tertinggi hingga lebih dari 1,5 derajat celsius. Lonjakan suhu ini diukur berdasarkan perbedaan temperatur saat ini dengan suhu masa praindustri tahun 1850-1900-an. Diperkirakan, kenaikan iklim global akan berdampak pada penurunan daya dukung lingkungan dan menyempitnya kualitas ruang kehidupan.
Setidaknya ada delapan dampak langsung akibat global warming itu. Terjadi hujan ekstrem berintensitas tinggi yang menyebabkan bencana banjir, muncul sejumlah risiko penyakit akibat anomali cuaca, dan terjadi kekeringan di sejumlah wilayah yang berimbas pada kegagalan panen dan kelaparan. Pemanasan global juga menyebabkan gelombang panas di berbagai kawasan, terjadi penurunan massa gletser yang diiringi peningkatan tinggi muka air laut, serta meningkatnya derajat keasaman lautan yang merusak biodiversitas bahari.
Fenomena alam itu terjadi secara masif melanda seluruh negara di dunia tanpa terkecuali, termasuk Indonesia. Sekitar awal Mei 2023, banyak masyarakat Indonesia yang mengeluhkan suhu panas. Sebagian orang yakin bahwa telah terjadi gelombang panas, tetapi BMKG menepis anggapan tersebut dan menyatakan bahwa suhu panas itu karena fenomena gerak semu matahari. Meskipun demikian, BMKG tetap memperingatkan bahwa kemarau panjang berpotensi muncul pada tahun ini karena cuaca yang memanas.
Munculnya risiko kemarau panjang adalah imbas dari anomali atmosfer El Nino yang menguat di tahun 2023. Kemarau panjang akan menyebabkan kekeringan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Dampak paling besarnya adalah penurunan produksi bahan pangan dan krisis air bersih. Selain itu, kemarau panjang juga berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan seperti di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Fenomena iklim yang kian memanas itu ternyata sangat dikhawatirkan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil jajak pendapat Kompas pada 25-28 Juni 2022, mayoritas responden sekitar 61 persen mengaku sangat khawatir dengan fenomena perubahan iklim saat ini.
Tingginya kekhawatiran publik terhadap perubahan iklim itu terjadi di semua kelompok usia, terutama para rentang 24-39 tahun. Kelompok usia muda menaruh perhatian besar terhadap fenomena pemanasan global. Mereka meyakini bahwa pemanasan global menyebabkan kerusakan besar terhadap kualitas lingkungan. Sedikitnya delapan dari 10 responden muda yakin bahwa degradasi lingkungan banyak dipengaruhi krisis iklim.
Degradasi ekologi
Degradasi lingkungan yang terjadi di seluruh dunia dan juga Indonesia terjadi pada sejumlah aspek, mulai dari kehutanan, kelautan, polusi udara, hingga sampah plastik. Secara global, Indonesia mengalami deforestasi yang tinggi di dunia. Sepanjang periode 2001-2021, penurunan luas hutan nasional mencapai jutaan hektar.
Berdasarkan data Global Forest Watch, luasan hutan primer nasional pada tahun 2021 masih berkisar 93,8 juta hektar. Sayangnya, hingga 2021 luasan hutan primer itu hilang hingga 9,95 juta hektar dan merilis karbon ke atmosfer sebanyak 19,7 miliar ton karbon dioksida. Akibatnya, emisi karbon kian banyak di atmosfer sehingga semakin memanaskan suhu global.
persoalan lingkungan lainnya di Indonesia adalah produksi sampah yang sangat besar dan minim pengolahan. Setiap tahun 39 persen sampah yang dibuang belum dikelola dan tertumpuk mencemari lingkungan. Sampah plastik juga merupakan masalah besar bagi Indonesia, salah satunya mikroplastik. Limbah plastik yang dihasilkan mencapai 66 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, hanya 10 persen limbah yang didaur ulang dan selebihnya mencemari lingkungan.
Permasalahan berikutnya yang tak kalah penting dari fenomena deforestasi dan juga sampah adalah polusi udara. Pantauan oleh IQAirsepanjang tahun 2018-2022, kualitas udara Indonesia sangat tidak sehat. Untuk tahun 2022, kadar polutan PM2,5 enam kali lebih tinggi dari batasan normal WHO.
Lekas bertindak
Tantangan krisis iklim dan degradasi lingkungan akan makin nyata di masa mendatang. Hal ini tentu saja menjadi tantangan berat bagi para generasi muda karena harus adaptif terhadap kondisi lingkungan yang kian terbatas. Akses air bersih makin susah, kualitas udara menurun, cuaca ekstrem meningkat, serta ancaman wabah penyakit.
Ancaman krisis iklim dan lingkungan itu menjadi suatu bentuk ketidakadilan bagi generasi muda. Laporan Unicef yang berjudul ”The Climate Crisis is a Child Rights Crisis” tahun 2021 menyebutkan, semua anak di dunia dipastikan mengalami kejadian ekstrem akibat krisis iklim. Sekitar 600 juta anak rentan tertular berbagai jenis penyakit dan 920 juta anak lainnya harus hidup di tengah kelangkaan air bersih.
Menahan emisi karbon yang dilepas ke atmosfer adalah langkah progresif yang harus segera dilakukan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup yang kian terdegradasi. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap 5 Juni harusnya menjadi momen kontemplasi apakah usaha menjaga lingkungan dan memperbaiki ekosistem yang rusak telah berjalan secara tepat.
Keseriusan menangani krisis iklim dan lingkungan hidup adalah pertaruhan ruang hidup umat manusia untuk melestarikan kehidupannya di masa mendatang. (LITBANG KOMPAS)
a. Buatlah simpulan dari pemahaman Anda mengenai persoalan ekologi dan persoalan sosial yang terjadi berdasarkan permasalahan iklim tersebut.
b. Berdasarkan pemahaman Anda pada artikel, pilihlah salah satu model pengelolaan lingkungan hidup yang menurut Anda dapat di gunakan untuk menanggulangi persoalan iklim tersubut, dan mengapa memilih model tersebut?
Tips Menggunakan Referensi Ini
Gunakan halaman ini sebagai pijakan awal untuk memahami arah tugas, mengenali istilah penting, dan menyusun jawaban dengan bahasa sendiri. Menambahkan referensi resmi, buku ajar, dan sumber akademik tetap disarankan agar hasil belajar lebih kuat.
Catatan
Konten ini disusun sebagai bahan belajar, pendamping pemahaman, dan referensi struktur tugas. Pastikan penulisan akhir tetap disesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah dan ketentuan dosen atau tutor.
Artikel Terkait
Lihat juga referensi dan latihan lain yang masih berkaitan dengan topik ini.