Kunci jawaban lebih detail, hubungi +62 895-0183-4070
TUGAS 2 KOMUNIKASI MULTI KULTURAL
Viral nya tren TikTok dan meme ‘aura farming’ yang menampilkan seorang anak peserta lomba perahu tradisional asal Riau, “Pacu Jalur”, diiringi dengan musik rap dari rapper asal Amerika Serikat mencerminkan bagaimana perkembangan teknologi media massa dan komunikasi digital mendorong kolaborasi budaya. Video-video yang menampilkan keunikan budaya lokal ini mendapatkan jutaan penonton, komentar, serta dibagikan secara luas. Oleh karena itu, berbondong-bondong selebritas hingga masyarakat mancanegara membuat video tren ‘aura farming’ di media sosial. Fenomena ini membuka ruang interaksi budaya melalui media digital yang tidak lagi dibatasi oleh geografis.
Referensi tambahan:
Novita, M. (2025). Melly Mike dan Pacu Jalur: Lagu hingga Tren Aura Farming. https://www.tempo.co/teroka/melly-mike-dan-pacu-jalur-lagu-hingga-tren-aura-farming-2062075 (Diakses pada 24 Agustus 2025).
Kunci jawaban lebih detail, hubungi +62 895-0183-4070
Farid, M. & Baskoro, D. (2025). Deretan Artis Dunia Ikut Tren Pacu Jalur Tarian Aura Farming. https://voi.id/lifestyle/493062/deretan-artis-dunia-ikut-tren-pacu-jalur (Diakses pada 24 Agustus 2025).
Berdasarkan cuplikan contoh kasus tersebut, jelaskan menurut analisis Anda:
1. Bagaimana komunikasi digital, seperti TikTok, berperan dalam mengenalkan budaya lokal ke masyarakat global?
2. Dari sudut pandang komunikasi multi kultural, apakah respon khalayak global terhadap dua produk budaya ini (Pacu Jalur dan Musik Rap) dapat membentuk pemahaman atau stereotip pada budaya tertentu?
3. Berdasarkan sudut pandang komunikasi multi kultural, apakah perpaduan budaya lokal dengan asing pada tren aura farming ini contoh bentuk apresiasi budaya (cultural appreciation) atau apropriasi budaya (cultural appropriation)?
4. Apakah ada potensi positif dan negatif dari viralnya budaya lokal melalui platform global seperti TikTok?
Kunci jawaban lebih detail, hubungi +62 895-0183-4070