
Halaman ini berisi referensi tugas, latihan soal, dan bahan pendamping belajar untuk membantu mahasiswa memahami konteks tugas dengan lebih terarah.
Konten ini cocok digunakan sebagai bahan membaca ulang topik, memahami instruksi tugas, mengenali kata kunci penting, dan menyiapkan jawaban mandiri dengan struktur yang lebih rapi.
Ringkasan Tugas dan Fokus Pembahasan
Materi pada halaman ini relevan untuk mahasiswa yang sedang mencari contoh soal, referensi tugas UT, dan poin-poin penting yang sering muncul pada tugas tutorial atau diskusi perkuliahan.
TUGAS TUTORIAL SESI 2
EKMA4371 / MANAJEMEN RANTAI PASOKAN / 3 SKS
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
Nama Penulis : Dr. Meirani Harsasi, SE., M.Si
Nama Penelaah : Dr. Zainur Hidayah, S.Pi., MM
BENETTON
Merek pakaian Italia, Benetton, mengadopsi strategi unik dalam mengatasi permasalahan persediaan. Benetton memutuskan bahwa mereka tidak akan menggunakan kain berwarna untuk membuat pakaian – namun mereka akan membuat semua pakaian yang berasal dari satu warna alami dan kemudian mewarnai semuanya sesuai dengan warna yang dijual. Benetton akan membeli dalam jumlah banyak bahan mentah kain dengan sangat sedikit variasi untuk dapat memperoleh keuntungan potingan harga melalui pembelian dalam jumlah besar dan juga untuk menghemat biaya pengangkutan. Dengan demikian, Benetton dapat memproduksi garmen dalam jumlah besar untuk memanfaatkan skala ekonomi di tingkat manufaktur.
Dalam bisnis fesyen, memprediksi gaya dan warna merupakan suatu tantangan. Rantai pasokan Benetton menyadari bahwa mereka dapat mengurangi inventaris dan menjadi lebih responsif dengan membalikkan urutan pewarnaan-rajut pada pakaian satu warna. Oleh karena itu, Benetton menyimpan pakaian yang belum diwarnai sebelum awal musim penjualan dan mewarnainya (dengan rangkaian rajutan-pewarnaan) mendekati titik penjualan setelah informasi lebih valid mengenai preferensi pelanggan telah tersedia di awal musim penjualan.
Selain itu, untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan yang tidak diperkirakan sebelumnya, Benetton juga menerapkan persediaan pengaman sebesar 30% dari persediaan total untuk mengantisipasi jika terjadi kesalahan dalam penyimpanan atau kesalahan produksi maupun kesalahan peramalan permintaan sehingga produk yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan keinginan konsumen sesuai tren model dan warna fesyen saat ini. Benetton juga
Tujuan utama rantai pasokan Benetton adalah kepuasan pelanggan dan bagaimana setiap area fungsional dapat diintegrasikan untuk memberikan kepuasan tersebut. Keunggulan kompetitif Benetton terletak pada kemampuannya mengintegrasikan komponen-komponen rantai nilainya secara efektif. Benetton mengutamakan antisipasi risiko di dalam jaringan rantai pasok yang berfokus pada kelancaran produksi sekaligus merancang proses manufaktur yang berorientasi pada pelanggan, yang fleksibel dan responsif terhadap permintaan pelanggan. Benetton telah menghubungkan 180 pemasok bahan mentah, 450 produsen dan 6.000 pengecer untuk mengirimkan 60 juta pakaian per tahun kepada pelanggan di 83 negara. Bagi konsumen, produk Benetton mungkin merupakan “tampilan” yang modis, namun produk Benetton yang sebenarnya tidak lain adalah logistik terintegrasi. Penggunaan banyak sumber/pemasok dan mengintegrasikannya menjadikan Benetton mampu mengantisipasi risiko di dalam jaringan rantai pasoknya apabila terjadi gangguan pasokan dari satu atau beberapa pemasok yang dapat dengan cepat digantikan oleh pemasok lainnya.
Banyaknya jumlah pemasok, pengecer, serta pihak lain yang terlibat dalam rantai pasok menyebabkan munculnya risiko bullwhip effect berupa fluktuasi peningkatan pesanan dalam rantai pasok, dimana setiap tingkatan mempunyai estimasi permintaan yang berbeda. Dalam hal ini, salah satu langkah yang dilakukan Benetton untuk mengurangi Bullwhip effect adalah dengan menggunakan teknologi EDI yang dapat memfasilitasi aliran komunikasi langsung antara perusahaan inti dengan semua network Benetton. Benetton juga mengurangi variabilitas permintaan pelanggan dan menerapkan sistem peramalan yang ketat untuk mengurangi ketidakpastian.
Sumber:
https://thestrategystory.com/2021/03/24/benetton-supply-chain-strategy/
Pertanyaan:
-
Berdasarkan kasus Benetton tersebut, jelaskan termasuk dalam kelompok persediaan apa saja, praktik pengelolaan persediaan yang dilakukan Benetton!
-
Jelaskan cara-cara yang dapat dilakukan Benetton untuk mengatasi Bullwhip Effect!
-
Termasuk tipe risiko apakah yang dihadapi Benetton? Bagaimana Benetton mengatasi risiko tersebut? Jelaskan jawaban Anda!
Tips Menggunakan Referensi Ini
Gunakan halaman ini sebagai pijakan awal untuk memahami arah tugas, mengenali istilah penting, dan menyusun jawaban dengan bahasa sendiri. Menambahkan referensi resmi, buku ajar, dan sumber akademik tetap disarankan agar hasil belajar lebih kuat.
Catatan
Konten ini disusun sebagai bahan belajar, pendamping pemahaman, dan referensi struktur tugas. Pastikan penulisan akhir tetap disesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah dan ketentuan dosen atau tutor.
Artikel Terkait
Lihat juga referensi dan latihan lain yang masih berkaitan dengan topik ini.