2025 05 26 Pancasila Uncategorized

2025 05 26 Pancasila Uncategorized

Halaman ini berisi referensi tugas, latihan soal, dan bahan pendamping belajar untuk membantu mahasiswa memahami konteks tugas dengan lebih terarah.

Konten ini cocok digunakan sebagai bahan membaca ulang topik, memahami instruksi tugas, mengenali kata kunci penting, dan menyiapkan jawaban mandiri dengan struktur yang lebih rapi.

Ringkasan Tugas dan Fokus Pembahasan

Materi pada halaman ini relevan untuk mahasiswa yang sedang mencari contoh soal, referensi tugas UT, dan poin-poin penting yang sering muncul pada tugas tutorial atau diskusi perkuliahan.

jawaban full bisa di nomor +62 895-0183-4070
ready all mata kuliah

Kerjakanlah tugas berikut.

Jawablah pertanyaan dengan menggunakan kalimat sendiri. Copy Paste TIDAK DIPERKENANKAN dan TIDAK AKAN DIBERIKAN PENILAIAN.

Selamat mengerjakan tugas, perhatikan batas waktu pengiriman tugas, pastikan bahwa tugas anda sudah tersubmitted, dan file tugas dalam bentuk doc/docx hanya diunggah pada tempat unggah tugas pada Tuton ini.

Salam sukses.

Soal 1 (skor 25)

Implementasi Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dapat ditempuh dengan dua cara. Cara pertama adalah cara objektif, yaitu dengan menyusun berbagai macam peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai luhur Pancasila. Sementara cara kedua adalah cara subjektif, yaitu pengamalan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan setiap individu secara subjektif. Kondisi ideal di dalam pengamalan atau pelaksanaan Pancasila tentu adalah keselarasan dan kesesuaian di antara keduanya. Secara personal atau subjektif sikap seseorang sesuai dengan Pancasila, dan sekaligus pada saat yang sama mematuhi setiap peraturan perundang-undangan yang disusun berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Namun demikian, kondisi ideal ini tidak selalu bisa dicapai. Pada kasus anggota legislatif yang melakukan korupsi misalnya, pada saat yang sama mereka menyusun peraturan perundang-undangan yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila (pelaksanaan Pancasila secara objektif) namun juga melakukan perilaku korupsi yang menyimpang dari pelaksanaan Pancasila secara subjektif.

Kemukakan pendapat Anda, mengapa perilaku tersebut tidak sesuai atau tidak selaras dengan pelaksanaan Pancasila secara subjektif dan objektif tersebut?

Soal 2 (skor 25)

Pancasila telah mengalami sejarah yang panjang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Pengalaman membuktikan bahwa pelaksanaan Pancasila berkali-kali mengalami penyimpangan. Pada masa Orde Baru misalnya, meskipun pemerintah kala itu memiliki semboyan “melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen”, berbagai penyimpangan di dalam kegiatan pemerintahan tetap saja terjadi. Misalnya dalam praktek monotafsir terhadap Pancasila serta praktek penyelenggaraan pemerintahan yang otoriter. Mengapa berbagai bentuk penyimpangan itu dapat terjadi, secara ilmiah, dapat dikatakan penyimpangan itu terjadi karena dilanggarnya prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan Pancasila. Prinsip-prinsip itu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu prinsip ditinjau dari segi intrinsik (ke dalam) dan prinsip ditinjau dari segi ekstrinsik (ke luar). Kuntowijoyo menjelaskan, bahwa Pancasila dari segi intrinsik harus konsisten, koheren, dan koresponden, sementara dari segi ekstrinsik Pancasila harus mampu menjadi penyalur dan penyaring kepentingan horizontal maupun vertikal.

Kembali pada kasus penyimpangan pada masa Orde Baru, kemukakan pendapat Anda, prinsip-prinsip pelaksanaan Pancasila secara instrinsik dan ekstrinsik apa sajakah yang dilanggar oleh pemerintahan Orde Baru? Jelaskan pendapat Anda!

Soal 3 (skor 25)

Reformasi yang bergulir sejak tahun 1998 merupakan era yang membawa perubahan besar dalam kehidupan berbangsa dan negara Indonesia. Perubahan tersebut terjadi di hampir semua bidang kehidupan, termasuk di dalamnya adalah bidang politik. Salah satu perubahan yang paling nyata adalah perubahan di dalam memposisikan Pancasila di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pada masa sebelumnya, yaitu pada masa Orde Baru, Pancasila dilindungi dengan sangat ketat oleh penguasa dalam bentuk kebijakan yang monotafsir terhadap implementasi Pancasila. Sementara pada era reformasi, wacana dan diskusi tentang Pancasila kembali dibuka dengan perspektif yang bermacam-macam. Diskusi ini pada satu sisi membawa angin segar bagi perbincangan tentang Pancasila, namun pada sisi yang lain berpotensi mengaburkan makna Pancasila yang sesungguhnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang hal ini?
Strategi apa yang harus dijalankan agar berbagai macam diskusi dan kajian tentang Pancasila tidak mengaburkan makna Pancasila sebagaimana yang dirumuskan oleh para pendiri negara?
Soal 4 (skor 25)

Reformasi secara harfiah berarti penataan kembali aspek-aspek atau bidang-bidang kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Penataan kembali berarti merapikan, merubah bentuk, yang berarti tidak menghilangkan material aslinya. Di dalam reformasi selalu ada yang tetap, yang tidak lain adalah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Rumusan Pancasila, sebagaimana yang terdapat di dalam Pembukaan UUD NRI Tahun1945 tidak mengalami perubahan meskipun dilakukan amandemen terhadap Batang Tubuh UUD NRI Tahun 1945.

Menurut pendapat Anda, pertimbangan apa sajakah yang menjadi alasan tidak diubahnya Pancasila di tengah bergulirnya proses reformasi? Jelaskan jawaban Anda!

Tips Menggunakan Referensi Ini

Gunakan halaman ini sebagai pijakan awal untuk memahami arah tugas, mengenali istilah penting, dan menyusun jawaban dengan bahasa sendiri. Menambahkan referensi resmi, buku ajar, dan sumber akademik tetap disarankan agar hasil belajar lebih kuat.

Catatan

Konten ini disusun sebagai bahan belajar, pendamping pemahaman, dan referensi struktur tugas. Pastikan penulisan akhir tetap disesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah dan ketentuan dosen atau tutor.

Artikel Terkait

Lihat juga referensi dan latihan lain yang masih berkaitan dengan topik ini.