2025 05 20 Tugas 2 2 UT Panduan dan Referensi

2025 05 20 Tugas 2 2 UT Panduan dan Referensi

Halaman ini berisi referensi tugas, latihan soal, dan bahan pendamping belajar untuk membantu mahasiswa memahami konteks tugas dengan lebih terarah.

Konten ini cocok digunakan sebagai bahan membaca ulang topik, memahami instruksi tugas, mengenali kata kunci penting, dan menyiapkan jawaban mandiri dengan struktur yang lebih rapi.

Ringkasan Tugas dan Fokus Pembahasan

Materi pada halaman ini relevan untuk mahasiswa yang sedang mencari contoh soal, referensi tugas UT, dan poin-poin penting yang sering muncul pada tugas tutorial atau diskusi perkuliahan.

jawaban full bisa di nomor +62 895-0183-4070
ready all mata kuliah

Pada tahun 2000an industri keuangan menghadapi skandal melalui dua kegiatan yang sangat spekulatif dan merugikan, yaitu predatory lending dan pengembangan produk Credit Default Swap (CDS). Predatory lending adalah pemberian kredit kepada orang-orang yang sebetulnya tidak memiliki akses kredit karena kurang memiliki kemampuan untuk membayar kembali. Kredit ini dikenal dengan subprime mortgage. Penyaluran subprime mortgage ini memberikan keuntungan yang lebih besar dengan membebankan bunga yang lebih tinggi, sementara itu risiko kredit dialihkan melaui sarana sekuritisasi asset melalui produk derivative yang disebut Collateralized Debt Obligations (CDO). Semakin tinggi risiko kegagalan semakin disukai karena tingkat bunga dapat dibebankan semakin tinggi. Untuk itu lembaga-lembaga kredit ini bahkan melakukan rekayasa untuk membuat kreditor yang tidak layak tetap dapat memperoleh kredit.
Credit Default Swap (CDS) adalah produk yang dikembangkan oleh AIG, perusahaan asuransi terbesar di dunia, untuk melindungi pemilik CDO dari risiko kegagalan kredit. Sebagai produk derivative, AIG dapat menjual produk juga kepada bukan pemilik CDO. Walaupun tidak memiliki CDO dan tidak mengalami kerugian atas kegagalan CDO, para pembeli CDS ini akan memperoleh ganti rugi jika terjadi kegagalan pembayaran CDO. Dengan demikian, kerugian yang dihadapi oleh orang lain akan merupakan keuntungan bagi mereka. Sebaliknya, jika terjadi kegagalan CDO, maka mereka akan kehilangan uangnya. Mereka seakan-akan berjudi atas risiko yang dihadapi orang lain.
AIG tidak melakukan “reasuransi” atas CDS yang dikeluarkan karena CDS bukan produk asuransi. AIG menggunakan dana hasil penjualan CDS untuk membayar bonus yang besar kepada pegawainnya yang berhasil menjual CDS. Dengan demikian, sebetulnya AIG menghadapi puluhan, ratusan atau ribuan kali risiko asuransi, tergantung dari jumlah pembeli CDS, dan tidak ada alokasi dana untuk membayar kerugian yang mungkin terjadi. Mereka mengandalkan penjualan CDS tahun berikutnya yang diharapkan semakin besar dan pada akhirnya menciptakan semacam ponzi scheme.
Lebih jauh lagi, Goldman Sachs dan investment bank lainnya menjual produk CDO yang memiliki risiko kegagalan yang tinggi dan membeli produk CDS untuk memperoleh keuntungan dari kegagalan produk CDO mereka. Kerugian investor merupakan keuntungan bagi mereka. Investor tetap membeli produk ini karena produk ini mendapat peringkat AAA. Pemberian rating yang tinggi tetap diberikan oleh Lembaga pemeringkat karena mereka dibayar lebih mahal dan akan diberi kesempatan untuk melakukan pemeringkatan berikutnya jika memberikan peringkat yang tinggi untuk produk-produk derivative tersebut.
Dengan berjalannya waktu, kredit-kredit berisiko tinggi mulai mengalami kemacetan dan pada tahun 2008 kredit macet dan penyitaan jaminan rumah meledak. Lembaga peminjaman tidak dapat menjual kreditnya kepada investment bank. Dengan semakin banyaknya kredit macet dan jaminan yang tidak dapat dilikuidasi, banyak lembaga peminjaman yang bangkrut. Selanjutnya pasar CDO kolaps. Investment bank terjebak dalam pinjaman yang sangat besar, CDO dan jaminan rumah tidak dapat dijual.
Dari kasus tersebut, diskusikan apakah Credit Default Swap (CDS) termasuk ke dalam instrument derivative atau non derivatif? Berikan argumentasi atas jawaban Anda.
Sumber Kasus: Modul CA, Etika Profesi dan Tata Kelola Korporat

Tips Menggunakan Referensi Ini

Gunakan halaman ini sebagai pijakan awal untuk memahami arah tugas, mengenali istilah penting, dan menyusun jawaban dengan bahasa sendiri. Menambahkan referensi resmi, buku ajar, dan sumber akademik tetap disarankan agar hasil belajar lebih kuat.

Catatan

Konten ini disusun sebagai bahan belajar, pendamping pemahaman, dan referensi struktur tugas. Pastikan penulisan akhir tetap disesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah dan ketentuan dosen atau tutor.

Artikel Terkait

Lihat juga referensi dan latihan lain yang masih berkaitan dengan topik ini.